Saturday, 18 June 2011

AYAH ooooo AYAH



Suatu ketika, seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badannya yang bungkuk, disertai suara batuk-batuk.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya:

"Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut dan badan Ayah kian bungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku laki-laki, nak." Itulah jawaban ayahnya.

Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti, Ayah."

Jawaban ayahnya itu membuatnya tercenung penuh rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanitanya itu. Kemudian ditepuknyalah bahunya sambil berkata :

"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki."

Bisikan ayahnya tersebut membuat anak wanita itu bertambah bingung.

Kerana ingin tahu, anak wanita itu menghampiri ibunya, lalu bertanya :

"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut dan badannya kian bungkuk ? Tapi Ayah sepertinya tidak mengeluh dengan keadaannya itu. Tidak ada keluhan dan rasa sakit."

Ibunya menjawab: "Anakku, seorang laki-laki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga memang akan mengalami hal demikian."

Hanya itu jawaban sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi sejauh ini dia tetap belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya.





Hingga pada suatu malam, sang anak wanita itu bermimpi.

Dalam mimpi itu dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat yang merupakan jawaban atas rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga.

Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang berurat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan keperkasaannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari nafkah yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun mungkin dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya yang tidak puas atas hasil jerih payahnya itu."

"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup dan kedinginan karena tersiram hujan serta terterpa hembusan angin. Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya. Yang selalu dia ingat adalah di saat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku-berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya dia diterpa keletihan dan kesakitan."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha, berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal kasih sayangnya itu pula yang memberikan perlindungan rasa aman pada saat anak-anaknya tertidur lelap. Sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan bahwa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya. Isteri yang baik adalah isteri yang sentiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isterinya, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan di wajahnya untuk menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikir dan tenaganya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup bahagia. Badannya yang bungkuk adalah bukti bahwa sebagai laki-laki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keulitannya demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki."

Terbangunlah anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa.

Ketika ayahnya berdiri, anak wanitanya itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayanya.

"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

to All Fathers : "Jika anda mencintai ayah anda dan sekarang merasa sebagai seorang ayah, kirimlah cerita ini kepada orang lain, agar seluruh orang di dunia ini dapat mencintai dan menyayangi ayahnya dan mencintai kita sebagai seorang ayah.








NOTE:

Berbahagialah anda yang masih memiliki Ayah. 
Lakukanlah yang terbaik untuknya. Berbahagialah anda yang menjadi ayah. Lakukanlah yang terbaik untuk keluarga anda.










Thursday, 9 June 2011

Peringatan RASULULLAH S.A.W. terhadap fitnah dunia dan wanita



Sesungguhnya indahnya dunia, pesonanya dan gemerlapnya telah banyak membuat manusia
terpedaya dan terlena sehingga menyebabkan mereka lalai dari mentaati perintah Allah Azza wa Jalla dan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya. Demikian juga dengan fitnah wanita, betapa banyak orang yang tergoda, terpesona dengan cumbu-rayu serta godaan seorang wanita, sehingga takluklah dan binasalah seorang laki-laki di pangkuan seorang wanita yang menyebabkan terjadinya perbuatan mungkar seperti zina, pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita.

Begitu besarnya bahaya dan fitnah dunia dan wanita tersebut, maka syariat Islam yang mulia ini mengingatkan kepada kita akan marabahayanya, agar kita berhati-hati terhadap fitnah tersebut, dan Insya Allah melalui tulisan yang singkat ini, akan dipaparkan tentang peringatan-peringatan Allah Tabaaraka wa Ta’aala dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap fitnah wanita beserta solusinya.

Adapun yang menjadi dasar pembahasan pd posting kali ini adalah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu adalah manis rasanya dan
hijau (enak dipandang mata). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kamu khalifah di dalamnya, maka Allah Ta’ala memandang kpd amal kamu. Bertaqwalah kamu dari rayuan dunia dan wanita, karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita!!!” (HR. Muslim)

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kitab Syarah Riyaadushsholihiin mengatakan bahwa hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang perintah untuk bertaqwa, setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan keadaan dunia dengan perkataannya: “Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau (enak dipandang mata) Manis dalam rasanya dan hijau ketika dilihat oleh mata (menyenangkan mata yang melihat) karena sesuatu yang enak untuk dirasakan dan menyenangkan mata ketika melihatnya, maka dalam hal ini tentunya indera matalah yang
terlebih dahulu ingin melihatnya kemudian diikuti oleh jiwa dan terkumpullah di situ dua tuntutan, yaitu tuntutan mata dan tuntutan hawa nafsu, maka dikhawatirkan manusia terjatuh ke dalamnya.





Dunia memang manis dan sangat menyejukkan serta enak dipandang oleh mata, yang membuat manusia terpesona. Sampai-sampai kita terpedaya olehnya dengan segala macam kenikmatan yang ada di dalamnya, bahkan dengan kenikmatan tersebut dan segala macam perhiasannya, manusia menjadikan dunia itu tujuan hidupnya dan dunia adalah segala-galanya. Akan tetapi apakah memang demikian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan hal itu kepada kita ? Sungguh tidaklah demikian halnya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kita sebagai khalifah di muka bumi ini dan Allah Tabaaraka wa Ta’aala hanya akan melihat bagaimana amalan yang kita lakukan, Allah ‘Azza wa Jalla hanya memandang kepada manusia yang mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, yaitu manusia-manusia yang menahan diri mereka dari mengikuti hawa nafsu, manusia yang menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’aala wajibkan kepadanya dan tidak terpedaya dengan kehidupan dunia.

Untuk menyelamatkan umat dari gemerlap dan pesona dunia serta bahaya fitnah wanita, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan umatnya:
“Takutlah (hati-hatilah) kalian dengan dunia dan takutlah kalian terhadap fitnah wanita, karena sesungguhnya fitnah yang mula-mula menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita” (HR Muslim)

Adapun maksud dari kata-kata ‘fattaquddunya wattaqunn nisa’ dalam hadits tersebut adalah: “Hati-hatilah kamu dari mereka, yang mana kehati-hatian ini meliputi; kehati-hatian seorang suami dari tipu daya istrinya, juga meliputi kehati-hatian terhadap wanita dan fitnah-fitnahnya. Oleh karenanya, maka dalam hadits di atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa fitnah yang mula-mula menimpa kaum Bani Israil adalah dalam urusan perempuan”

Bentuk-bentuk dari Fitnah Dunia dan Wanita

A. Bentuk-bentuk fitnah dunia

1. Menghabiskan waktunya
mencari harta dan lalai dalam melaksanakan ketaatan kepada Robb-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu).” (QS. At-Takaatsur ayat 1-3)

2. Berlomba-lomba mencari pangkat dan kedudukan. Mereka beranggapan dengan pangkat dan kedudukan dunia yang telah ia raih akan menyebabkan ia mendapatkan apapun ia inginkan,
manusia akan segan kepadanya. Hingga akhirnya ia terjerumus ke dalam fitnah tersebut, sehingga al-haq terabaikan, kaum lemah semakin lemah, kelalaian dalam menjalankan perintah agama semakin menjadi-jadi, padahal di dalam syari’at Islam adalah suatu hal yang tercela kalau
seseorang meminta jabatan. Cukuplah bagi kita untuk mengambil qudwah (teladan) dari kehidupan para salafusshaleh dimana mereka menolak untuk menjadi pemimpin, bahkan ketika mereka dicalonkan -walaupun bukan atas kemauan diri mereka sendiri- mereka tetap menolak disebabkan takutnya mereka terhadap fitnahnya dan godaan yang ada di dalamnya.

B. Bentuk-bentuk fitnah wanita

1. Memamerkan kecantikan tubuh dengan membuka aurat. Hal ini akan membawa fitnah bagi setiap laki-laki apabila seorang wanita tidak menutup auratnya, apalagi kalau ia memamerkan bentuk tubuhnya yang seharusnya mereka tutupi dan sembunyikan.

2. Berpakaian dengan pakaian sembarangan (tidak sesuai syar’i) yang mengakibatkan tergodanya kaum lelaki.

3. Keluar rumah tanpa ada keperluan, atau meninggalkan tanggung jawab rumahtangga. Betapa
banyak kaum wanita dikarenakan memperturutkan urusan dunia, mereka tinggalkan anak-anak mereka, mereka serahkan urusan anaknya sepenuhnya kepada pembantu sehingga menimbulkan akibat dimana tidak terjalinnya kasih sayang antara anak dengan ibunya.

4. Sebagian wanita mau untuk dijadikan seperti barang dagangan, dengan menampilkan gambar-gambar mereka di dalam iklan, media masa, majalah, surat kabar, televisi dan lain sebagainya, bahkan penilaian terhadap wanita hanya sebatas fisik mereka saja.

5. Percampurbauran antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai tempat, baik di lingkungan pekerjaan, pendidikan dan lainnya, yang berakibat terjadinya perbuatan maksiyat seperti zina, pergaulan bebas, perselingkuhan dan lain sebagainya.

Penutup.

Sangat kita sayangkan sekali, dimana propoganda musuh-musuh Islam, musuh musuh syariat Islam yang ingin merusak umat melalui wanita, yaitu mereka membuka lowongan pekerjaan yang hanya untuk wanita, sehingga kaum lelaki jadi pengangguran, akhirnya timbullah kerusakan. Mereka rusak aqidah umat melalui wanita ini dengan menanamkan berbagai macam syubhat, diantaranya laki-laki dan wanita sama saja.

Islam mengangkat derajat wanita, memuliakannya sesuai dengan fitrah yang Allah Subhanahu wa Ta’aala ciptakan, sehingga Islam membuat aturan-aturan yang adil terhadap wanita. Oleh karena itu, hendaklah kaum lelaki bertaqwa kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aala dalam menghadapi berbagai macam fitnah wanita, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar yang dihadapi kaum lelaki
kecuali fitnah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sadarilah duhai para wanita muslimah yang ingin menyelamatkan dirinya dan agamanya
dari berbagai macam fitnah. Tunjukkan kebaikan diri anda dengan memelihara diri dari hal-hal yang terlarang dalam agama. Janganlah terpedaya dengan tipu daya dan gemerlapnya dunia. Wahai para wanita muslimah, jangan kalian tertipu dengan slogan; hak azazi manusia ataupun emansipasi wanita, lalu anda mau menjual diri anda dengan harga yang sedikit. Anda korbankan
diri dan kehormatan anda hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Ingatlah bahwasanya kita tidaklah hidup selamanya. Ketika kematian menjemput kita, apakah yang akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak ? Renungkanlah wahai saudariku, mudah-mudahan dengan mengamalkan wasiat ini akan menjadikan kita golongan orang yang selamat, karena sesungguhnya kebanyakan dari isi neraka adalah kaum wanita, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

“Aku telah melihat surga dan kulihat kebanyakan dari penghuninya adalah orang-orang miskin dan aku telah melihat neraka maka kebanyakan dari penghuninya adalah para wanita.” (HR.
Bukhori dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku cemaskan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan
atas kalian adalah ketika dunia dihamparkan untuk kalian, sebagaimana telah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba diatasnya sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba, sehingga membinasakan kalian sebagaimana umat terdahulu dibinasakan.” (HR. Bukhori dan Muslim) Wallahu a’lam bisshawab.







Wednesday, 8 June 2011

aurat, wanita dan neraka

Sabda Rasulullah, “aku telah melawati neraka dan aku dapati ramai daripada ahlinya daripada wanita.”Allah tidak membebankan wanita dengan perkara-perkara yang berat,cukup dengan menjaga rukun Islam,jaga aurat dan taati suami,maka tertutup semua pintu neraka dan terbuka semua pintu syurga, masuklah dari mana-mana pintu yang disukai.Allah tidak suruh wanita pergi berjihad,wanita cari nafkah,wanita jadi pemimpin,itu semua tugas lelaki.Jika lelaki tunaikan itu semua pun,belum tentu dia dapat masuk syurga dari satu pintu..




Aurat Itu Tinggi Nilainya



Betapa Islam mementingkan nilai aurat sehingga gambar perempuan yang tidak bertudung atau tidak menutup aurat itu pun dikira sebagai aurat dan berdosa bahkan rambut yang terputus itu pun dikira aurat,wajib dijaga daripada pandangan lelaki.Semuanya bertujuan bagi menjaga maruah wanita itu sendiri.Logiknya,jika Rafiq nampak rambut Salina yang terputus di karpet surau,Rafiq dapat mengagak rambut Salina macamana.Pasti Salina akan berasa malu.
Sabda Rasulullah, “aku telah melawati neraka dan aku dapati ramai daripada ahlinya daripada wanita.”Allah tidak membebankan wanita dengan perkara-perkara yang berat,cukup dengan menjaga rukun Islam,jaga aurat dan taati suami,maka tertutup semua pintu neraka dan terbuka semua pintu syurga, masuklah dari mana-mana pintu yang disukai.Allah tidak suruh wanita pergi berjihad,wanita cari nafkah,wanita jadi pemimpin,itu semua tugas lelaki.Jika lelaki tunaikan itu semua pun,belum tentu dia dapat masuk syurga dari satu pintu.Belum tentu.
Mulianya darjat kaum Ansar berbanding kaum Quraisy kerana auratnya. Imam Bukhari dalam satu riwayat memetik kat-kata Safiyah, katanya, “ketika kami berada di sisi Aishah,kami telah memuji kelebihan wanita Quraisy.Lalu Aishah berkata bahawa sesungguhnya wanita Quraisy itu ada kelebihannya juga.Tetapi,demi Allah,aku tidak melihat kelebihan tersendiri yang ada pada wanita Ansar.Mereka amat beriman kepada kitab Allah dengan apa yang diturunkan oleh Allah kepada mereka.Sesungguhnya telah turun ayat 31 Surah An-Nur yang memerintahkan para wanita mukminah melabuhkan kain tudung mereka sehingga tidak nampak lagi perhiasan.Demikian juga dengan lelaki mereka ,apabila pulang ke rumah mereka terus membaca ayat tersebut kepada isteri-isteri mereka,anak-anak perempuan mereka,saudara-saudara perempuan mereka dan kepada kaum kerabat mereka yang wanita.Setelah mendengar ayat itu,tidak ada seorang pun daripada mereka duduk,semuanya bangun mengambil kain,lalu menutup kepala dan muka mereka demi mematuhi dengan segera perintah ayat tersebut.Kelihatanlah mereka berjalan di belakang Rasulullah dalam keadaan menutup seluruh tubuh badan dengan pakaian hitam,bagai gagak-gagak hitam.”
Jika anda berjalan di satu jalan,di jalan itu terdapat banyak tahi lembu. Apakah tindakan yang anda akan lakukan?Angkat kain anda supaya tidak terkena tahi dan berjalan melepasinya?Atau terus sahaja berjalan tanpa menghiraukan tahi-tahi tersebut?
Ummu Salamah,isteri baginda yang terkenal dengan akalnya yang hebat pernah bertanya, “aku termasuk wanita yang memakai pakaian labuh sehingga apabila berjalan di tempat kotor,terkena kekotoran di pakaianku.”Rasulullah menjawab, “cucuilah selepas itu.” (Riwayat Abu Daud dengan sanad Soheh)
Hadis ini menjelaskan kepada kita bahawa Rasulullah lebih mementingkan penjagaan aurat daripada kekotoran kerana kekotoran lumpur mudah untuk dicuci tetapi terdedahnya aurat menyebabkan diri dan orang lain pun turut terpalit dengan dosa yang sukar untuk dibersih.
 


Wanita dan Fair n Lovely



“Aku memang sukelah tengok pompuan yang bile die pakai tudung,belakang tudung die naik ke atas.Lawa dow.”Bisik Cerah kepada Fitri.
“Owh,tu sebab care ikat rambut die kan?”Tanya Fitri.
“Eh,bukanke sebab rambut die panjang ke?”Soal Cerah balik.
“Tu satu sebab la,tapi boleh je yang rambut panjang tu jatuhkan.Ade kawan aku,freehair,bile die pakai tudung,jadi camtu la.Rambut takde la panjang sangat.”Terang Fitri.
“Ah,tak kisahla,yang penting aku suke.”Beritahu Cerah.
Semasa di sekolah menengah dulu,ada seorang ustazah yang sangat cantik,dia pakai tudung seperti di atas dan disebabkan dia,ana memang suke tengok perempuan yang pakai tudung yang ada seakan-akan bonggol di belakang.Semasa balik ke Kelantan tempoh hari,ana sempat ke pasar malam Wakaf Che Yeh.Mungkin takdir, ana beli satu buku tentang aurat dan dalam buku itu tertulis satu hadis nabi yang berbunyi:
Diriwayatkan oleh Imam At-Tabari dalam Al-Mu’jamus Saghir dengan sanad soheh bahawa Rasulullah bersabda yang maksudnya; akan datang suatu masa dalam umatku segolongan wanita berpakaian tapi sebenarnya mereka bagai bertelanjang tanpa pakaian.Sanggul mereka ditinggikan bagai goh unta(bonggol).Kutuklah mereka,sesungguhnya mereka itu terkutuk (dikutuk oleh Allah)
Setelah membaca hadis ini,ana tersentak,terkesima buat seketika.Ya Allah, ampunkanlah hamba Mu yang dhaif ini.Ternyata ana telah menyukai sesuatu yang terkutuk.Dalam riwayat Bukhari,hadis ini terdapat tambahan yang berbunyi:
Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak dapat mencium sedikit pun bau syurga.Sesungguhnya bau syurga itu dapat tercium dari jarak yang amat jauh sekali.

Namun begitu,bagaimana pula dengan wanita yang mempunyai rambut yang panjang?Secara jujurnya,saya masih belum mempunyai jawapan yang tepat tentang ini.Puas mencari dan bertanya,tapi tiada jawapan yang boleh digunakan sebagai pegangan.Jadi,ana berharap ada pembaca yang sudi berkongsi tentang perihal sanggul ini.Hadis di atas dikeluarkan dengan tujuan untuk berkongsi,bukan untuk menetapkan apa-apa hukum.Insya Allah,jika saya ada jawapannya,saya akan hebahkan kepada semua.
Wanita diharamkan berhias untuk menunjuk-nunjuk.Sabda Rasulullah, “siapa yang memakai pakaian yang menjolok mata,maka di akhirat nanti Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan dan kemudian dinyalakan api neraka pada pakaiannya.”
“Habis tu?Takley la pakai bedak?Takley la pakai celak?Takley la pakai T3?Fair n lovely?”
Semua amalan itu bergantung pada niatnya,jika niat untuk menunjuk-nunjuk maka haram hukumnya namun jika untuk menjaga kecantikan diri dengan syarat tidak berlebih-lebih,syarak membenarkannya.Kalau kulit hitam, dimake-upnya sehingga menjadi putih,ini haram.Ingat,jangan berlebih-lebih sehingga menarik minat lelaki untuk melihatnya.
Perhiasan pula bagaimana?Boleh,wanita dibolehkan memakai perhiasan berdasarkan firman Allah dalam surah An-Nur tetapi hanya yang zahir sahaja.Dalam membahaskan ‘perhiasan yang zahir’,banyak pendapat yang keluar.Yang paling senang dan dipraktikkan di Malaysia,cincin dan gelang. Kalau anda memakai rantai atau anting-anting,ia hanya boleh dipamerkan kepada 17 jenis golongan sahaja iaitu suami,bapa kandung,bapa meretua,anak lelaki,anak lelaki tiri,saudara lelaki,anak lelaki saudara lelaki,anak lelaki saudara perempuan,wanita islam,hamba lelaki,pelayan lelaki yang tidak bersyahwat,kanak-kanak lelaki(<-diterangkan dalam Quran| diterangkan dalam hadis->),anak lelaki susuan,bapa susuan,saudara susuan,bapa saudara susuan dan menantu lelaki.
Syarat seterusnya,jangan menyerupai pakaian lelaki.Dari Abdullah bin ‘Amar katanya, bahawa dia mendengar Rasulullah berkata, “tidak termasuk golongan kami wanita yang menyerupai lelaki dan lelaki yang menyerupai wanita.”
Jangan pula meniru pakaian ahli agama lain.Disebabkan pakaian Sister Kristian nampak lawa,lalu dipakainya.Haram.Rasulullah bersabda, “siapa yang menyerupai suatu kaum,maka ia dianggap tergolong ke dalam golongan tersebut.”Dalam bab ini,Rasulullah sangat tegas.Rasulullah pernah melihat 2 helai pakaian yang bergambar burung.Lalu baginda bersabda yang maksudnya, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang-orang kafir.Oleh itu janganlah kamu memakainya.”Kebiasaan ini,orang ramai suka memakai pakaian yang tertera kalimah-kalimah agama lain dan simbol-simbol agama lain,jangan pakai,haram hukumnya.Rasulullah menggunakan perkataan ‘jangan’ dalam hadis di atas menunjukkan pemakaiannya adalah haram.
Dan jangan pula memakai pakaian itu untuk bermegah-megah.Satu golongan yang tidak akan dipandang oleh Allah di akhirat esok adalah golongan yang memakai pakaian yang kainnya bawah buku lali.Hadis ini merupakan satu kiasan,di zaman Rasulullah,ramai orang yang suka bermegah-megah dengan memakai pakaian sehingga tersentuh tanah dek kerana sukarnya mendapat kain di zaman itu.Sesiapa yang melabukan pakaian bermakna dia orang yang kaya.Jadi,hadis ini sebenarnya ingin menyatakan Allah tidak memandang golongan yang bermegah-megahan.Jadi,janganlah pakai pakaian untuk bermegah-megah.

Akhir Qalam




Allah itu cantik dan sukakan kecantikan maka jagalah kecantikan diri anda wahai kaum Hawa.Islam adalah agama fitrah jadi islam sentiasa mementingkan fitrah manusia.Fitrah wanita adalah sentiasa ingin kelihatan cantik walaupun mukanya bak bulan purnama,jadi Islam membenarkan wanita untuk menjaga kecantikannya tapi bersyarat.
Apabila diikat-ikat dan disimpulkan perkara-perkara di atas,semuanya akan kembali kepada satu yakni niat.Jika baik niat anda,insya Allah,anda dapat pahala jika tidak anda dapat dosa.Jika anda menjaga kecantikan diri anda untuk bakal suami anda,insya Allah,syurga balasannya tapi ingat,jangan berlebih-lebih.Dan kepada wanita yang bersuami,anda wajib menjaga kecantikan anda.
Suami tidak akan cakap , ayang pakai lah tu,kuruskan sikit badan ,senam la sikit,pakai pewangilah dan macam-macam lagi kerana lelaki biasanya merupakan pemerhati yang setia dan kerjanya hanya memerhati.Bila subjek yang diperhatikan itu tidak menarik,maka mulalah dia mencari subjek yang lain untuk diperhatikan.Ha,masa ini barulah sibuk cari itu cari ini.Sesal dahulu pendapatan dan sesal kemudian,tiada guna beb~
Jika anda telah terlanjur memakai tundung tapi berbonggol unta,memakai baju tapi nampak susuk tubuh badan,memakai pakaian sang lelaki,anda masih selamat.Insaflah.Allah menerima taubat hamba Nya walau apa-apapun jenis kesalahan selagi tidak mensyirikkan Nya.
Akhir kata,sama-samalah kita menjaga aurat,tidak kisahlah lelaki atau perempuan,semua ada batasnya.Wallahua’lam