Thursday, 9 June 2011

Peringatan RASULULLAH S.A.W. terhadap fitnah dunia dan wanita



Sesungguhnya indahnya dunia, pesonanya dan gemerlapnya telah banyak membuat manusia
terpedaya dan terlena sehingga menyebabkan mereka lalai dari mentaati perintah Allah Azza wa Jalla dan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya. Demikian juga dengan fitnah wanita, betapa banyak orang yang tergoda, terpesona dengan cumbu-rayu serta godaan seorang wanita, sehingga takluklah dan binasalah seorang laki-laki di pangkuan seorang wanita yang menyebabkan terjadinya perbuatan mungkar seperti zina, pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita.

Begitu besarnya bahaya dan fitnah dunia dan wanita tersebut, maka syariat Islam yang mulia ini mengingatkan kepada kita akan marabahayanya, agar kita berhati-hati terhadap fitnah tersebut, dan Insya Allah melalui tulisan yang singkat ini, akan dipaparkan tentang peringatan-peringatan Allah Tabaaraka wa Ta’aala dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap fitnah wanita beserta solusinya.

Adapun yang menjadi dasar pembahasan pd posting kali ini adalah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu adalah manis rasanya dan
hijau (enak dipandang mata). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kamu khalifah di dalamnya, maka Allah Ta’ala memandang kpd amal kamu. Bertaqwalah kamu dari rayuan dunia dan wanita, karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita!!!” (HR. Muslim)

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kitab Syarah Riyaadushsholihiin mengatakan bahwa hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang perintah untuk bertaqwa, setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan keadaan dunia dengan perkataannya: “Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau (enak dipandang mata) Manis dalam rasanya dan hijau ketika dilihat oleh mata (menyenangkan mata yang melihat) karena sesuatu yang enak untuk dirasakan dan menyenangkan mata ketika melihatnya, maka dalam hal ini tentunya indera matalah yang
terlebih dahulu ingin melihatnya kemudian diikuti oleh jiwa dan terkumpullah di situ dua tuntutan, yaitu tuntutan mata dan tuntutan hawa nafsu, maka dikhawatirkan manusia terjatuh ke dalamnya.





Dunia memang manis dan sangat menyejukkan serta enak dipandang oleh mata, yang membuat manusia terpesona. Sampai-sampai kita terpedaya olehnya dengan segala macam kenikmatan yang ada di dalamnya, bahkan dengan kenikmatan tersebut dan segala macam perhiasannya, manusia menjadikan dunia itu tujuan hidupnya dan dunia adalah segala-galanya. Akan tetapi apakah memang demikian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan hal itu kepada kita ? Sungguh tidaklah demikian halnya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kita sebagai khalifah di muka bumi ini dan Allah Tabaaraka wa Ta’aala hanya akan melihat bagaimana amalan yang kita lakukan, Allah ‘Azza wa Jalla hanya memandang kepada manusia yang mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, yaitu manusia-manusia yang menahan diri mereka dari mengikuti hawa nafsu, manusia yang menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’aala wajibkan kepadanya dan tidak terpedaya dengan kehidupan dunia.

Untuk menyelamatkan umat dari gemerlap dan pesona dunia serta bahaya fitnah wanita, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan umatnya:
“Takutlah (hati-hatilah) kalian dengan dunia dan takutlah kalian terhadap fitnah wanita, karena sesungguhnya fitnah yang mula-mula menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita” (HR Muslim)

Adapun maksud dari kata-kata ‘fattaquddunya wattaqunn nisa’ dalam hadits tersebut adalah: “Hati-hatilah kamu dari mereka, yang mana kehati-hatian ini meliputi; kehati-hatian seorang suami dari tipu daya istrinya, juga meliputi kehati-hatian terhadap wanita dan fitnah-fitnahnya. Oleh karenanya, maka dalam hadits di atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa fitnah yang mula-mula menimpa kaum Bani Israil adalah dalam urusan perempuan”

Bentuk-bentuk dari Fitnah Dunia dan Wanita

A. Bentuk-bentuk fitnah dunia

1. Menghabiskan waktunya
mencari harta dan lalai dalam melaksanakan ketaatan kepada Robb-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu).” (QS. At-Takaatsur ayat 1-3)

2. Berlomba-lomba mencari pangkat dan kedudukan. Mereka beranggapan dengan pangkat dan kedudukan dunia yang telah ia raih akan menyebabkan ia mendapatkan apapun ia inginkan,
manusia akan segan kepadanya. Hingga akhirnya ia terjerumus ke dalam fitnah tersebut, sehingga al-haq terabaikan, kaum lemah semakin lemah, kelalaian dalam menjalankan perintah agama semakin menjadi-jadi, padahal di dalam syari’at Islam adalah suatu hal yang tercela kalau
seseorang meminta jabatan. Cukuplah bagi kita untuk mengambil qudwah (teladan) dari kehidupan para salafusshaleh dimana mereka menolak untuk menjadi pemimpin, bahkan ketika mereka dicalonkan -walaupun bukan atas kemauan diri mereka sendiri- mereka tetap menolak disebabkan takutnya mereka terhadap fitnahnya dan godaan yang ada di dalamnya.

B. Bentuk-bentuk fitnah wanita

1. Memamerkan kecantikan tubuh dengan membuka aurat. Hal ini akan membawa fitnah bagi setiap laki-laki apabila seorang wanita tidak menutup auratnya, apalagi kalau ia memamerkan bentuk tubuhnya yang seharusnya mereka tutupi dan sembunyikan.

2. Berpakaian dengan pakaian sembarangan (tidak sesuai syar’i) yang mengakibatkan tergodanya kaum lelaki.

3. Keluar rumah tanpa ada keperluan, atau meninggalkan tanggung jawab rumahtangga. Betapa
banyak kaum wanita dikarenakan memperturutkan urusan dunia, mereka tinggalkan anak-anak mereka, mereka serahkan urusan anaknya sepenuhnya kepada pembantu sehingga menimbulkan akibat dimana tidak terjalinnya kasih sayang antara anak dengan ibunya.

4. Sebagian wanita mau untuk dijadikan seperti barang dagangan, dengan menampilkan gambar-gambar mereka di dalam iklan, media masa, majalah, surat kabar, televisi dan lain sebagainya, bahkan penilaian terhadap wanita hanya sebatas fisik mereka saja.

5. Percampurbauran antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai tempat, baik di lingkungan pekerjaan, pendidikan dan lainnya, yang berakibat terjadinya perbuatan maksiyat seperti zina, pergaulan bebas, perselingkuhan dan lain sebagainya.

Penutup.

Sangat kita sayangkan sekali, dimana propoganda musuh-musuh Islam, musuh musuh syariat Islam yang ingin merusak umat melalui wanita, yaitu mereka membuka lowongan pekerjaan yang hanya untuk wanita, sehingga kaum lelaki jadi pengangguran, akhirnya timbullah kerusakan. Mereka rusak aqidah umat melalui wanita ini dengan menanamkan berbagai macam syubhat, diantaranya laki-laki dan wanita sama saja.

Islam mengangkat derajat wanita, memuliakannya sesuai dengan fitrah yang Allah Subhanahu wa Ta’aala ciptakan, sehingga Islam membuat aturan-aturan yang adil terhadap wanita. Oleh karena itu, hendaklah kaum lelaki bertaqwa kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aala dalam menghadapi berbagai macam fitnah wanita, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar yang dihadapi kaum lelaki
kecuali fitnah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sadarilah duhai para wanita muslimah yang ingin menyelamatkan dirinya dan agamanya
dari berbagai macam fitnah. Tunjukkan kebaikan diri anda dengan memelihara diri dari hal-hal yang terlarang dalam agama. Janganlah terpedaya dengan tipu daya dan gemerlapnya dunia. Wahai para wanita muslimah, jangan kalian tertipu dengan slogan; hak azazi manusia ataupun emansipasi wanita, lalu anda mau menjual diri anda dengan harga yang sedikit. Anda korbankan
diri dan kehormatan anda hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Ingatlah bahwasanya kita tidaklah hidup selamanya. Ketika kematian menjemput kita, apakah yang akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak ? Renungkanlah wahai saudariku, mudah-mudahan dengan mengamalkan wasiat ini akan menjadikan kita golongan orang yang selamat, karena sesungguhnya kebanyakan dari isi neraka adalah kaum wanita, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

“Aku telah melihat surga dan kulihat kebanyakan dari penghuninya adalah orang-orang miskin dan aku telah melihat neraka maka kebanyakan dari penghuninya adalah para wanita.” (HR.
Bukhori dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku cemaskan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan
atas kalian adalah ketika dunia dihamparkan untuk kalian, sebagaimana telah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba diatasnya sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba, sehingga membinasakan kalian sebagaimana umat terdahulu dibinasakan.” (HR. Bukhori dan Muslim) Wallahu a’lam bisshawab.







No comments:

Post a Comment